Pidato Prabowo di WEF, CORE: RI masih punya modal tumbuh lebih tinggi
Pidato Prabowo di WEF, CORE: RI Masih Punya Modal Tumbuh Lebih Tinggi
Jakarta, Davos – Indonesia masih memiliki potensi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari 5 persen, menurut ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet. Hal ini menjawab pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, yang menyatakan bahwa Indonesia berhasil mencetak pertumbuhan ekonomi stabil di kisaran 5 persen.
Yusuf menilai bahwa, meskipun pertumbuhan 5 persen dianggap stabil, Indonesia memiliki sejumlah modal yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Salah satunya adalah pertumbuhan demografi. Faktanya, Indonesia memiliki potensi pasar yang besar dengan jumlah penduduk yang masih relatif muda. Kekuatan demografi ini, menurut Yusuf, perlu didorong dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan akses pendidikan yang lebih luas.
“Kita punya modal yang kuat, seperti daya saing yang masih relatif tinggi di sektor manufaktur, potensi ekonomi digital yang besar, momentum Investasi terarah di luar proyek infrastruktur, dan tentu saja, kekuatan demografi kita,” tegas Yusuf.
Selain itu, Yusuf juga menekankan pentingnya infrastruktur sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi. Ia menilai bahwa investasi dalam infrastruktur, jika dikelola dengan baik, dapat membuka peluang baru bagi berbagai sektor dan menggerakkan roda perekonomian.
“Melakukan reformasi sektor ekonomi, khususnya dalam hal regulasi dan tata kelola, juga menjadi kunci untuk membangun momentum pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” tambah Yusuf.
Ia memaparkan bahwa CORE mencatat beberapa hambatan yang perlu dihadapi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, seperti ketimpangan regional, disparitas pendapatan Jogjajateng.com kota dan desa, dan tantangan dalam mengoptimalkan penyerapan tenaga kerja.
“Permasalahan ini perlu diatasi secara serius oleh pemerintah melalui kebijakan yang tepat sasaran dan terukur,” legt Yusuf dalam kesimpulannya.
Yusuf berharap Indonesia dapat menjadikan momentum ini sebagai peluang untuk melampaui pertumbuhan stabil di angka 5 persen. Ia mengajak pemerintah agar fokus pada pengembangan SDM, infrastruktur, dan reformasi ekonomi yang efektif untuk membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.