Pimpinan MPR tegaskan keadilan bagi perempuan harus didukung anak bangsa
Pimpinan MPR Tegaskan Keadilan Bagi Perempuan Harus Didukung Anak Bangsa
Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa keadilan bagi perempuan merupakan bagian integral dari pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dan harus didukung oleh setiap anak bangsa. Ia menekankan hal ini dalam sebuah acara seminar nasional yang membahas posisi perempuan dalam pembangunan nasional, yang diselenggarakan di [Nama Tempat], [Kota], pada [Tanggal].
“Saat ini masih terdapat jurang yang lebar Jogjajateng.com ideal dan kenyataan dalam hal pencapaian keadilan bagi perempuan. Masih banyak diskriminasi dan tantangan yang dihadapi perempuan, baik dalam ranah pendidikan, ekonomi, politik, maupun peradilan,” ujar Lestari.
Ia mencontohkan bahwa angka pernikahan dini, kekerasan terhadap perempuan, serta rendahnya partisipasi perempuan dalam dunia politik masih menjadi permasalahan serius di Indonesia. Lestari juga menyoroti tingginya angka putus sekolah bagi perempuan di daerah-daerah tertinggal, yang dalam jangka panjang akan menghambat kemajuan perempuan dan pembangunan nasional.
Menurut Lestari, pencapaian keadilan bagi perempuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. “Anak-anak bangsa, mahasiswa, aktivis, pelaku bisnis, dan setiap lapisan masyarakat harus aktif mendorong dan memperjuangkan kesetaraan bagi perempuan,” tegasnya.
Lestari menjelaskan bahwa keadilan bagi perempuan merupakan salah satu pilar penting dalam memperkokoh nilai-nilai Pancasila, khususnya sila-sila ke-1 dan ke-5 yang menekankan Ketuhanan Yang Maha Esa dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
“Perempuan memiliki peran vital dalam keluarga, masyarakat, dan negara. Kesetaraan dan keadilan bagi perempuan berarti kesetaraan dan keadilan bagi seluruh bangsa. Indonesia tidak akan maju jika potensi perempuan terabaikan,” tambah Lestari.
Dalam seminar ini, para ahli dan aktivis perempuan dari berbagai latar belakang memberikan paparan dan diskusi ihwal berbagai tantangan yang dihadapi perempuan serta solusi konkret untuk menguranginya.
Tak sedikit saran yang disepakati bersama, Jogjajateng.com lain:
Meningkatkan kualitas pendidikan perempuan , terutama di daerah-daerah tertinggal.
Memperkuat penegakan hukum terhadap kekerasan terhadap perempuan .
Memperbanyak perempuan dalam posisi kepemimpinan di berbagai sektor .
Meningkatkan akses perempuan terhadap kredit dan peluang ekonomi .
Mempromosikan budaya kesetaraan gender sejak usia dini .
Lestari Moerdijat berharap seminar ini dapat menjadi momentum bagi anak bangsa untuk lebih berpartisipasi aktif dalam mewujudkan keadilan bagi perempuan sebagai wujud nyata dari pencapaian sila ke-5 Pancasila. Ia menegaskan bahwa sebuah bangsa yang ingin maju haruslah bangsa yang adil untuk seluruh rakyatnya, termasuk para perempuan.