Pleno PBNU sepakat pulihkan posisi Gus Yahya sebagai Ketum
Pleno PBNU Sepakat Pulihkan Posisi Gus Yahya sebagai Ketum
Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Rapat Pleno pada hari ini, Senin (21/8/2023) di Kantor PBNU Jakarta. Rapat yang dipimpin Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, dihadiri oleh jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, Mustasyar, dan Awan, serta Pimpinan Badan Otonom. Hasil rapat ini merupakan momentum penting bagi organisasai Islam terbesar di Indonesia ini.
Dalam perumusan resolusi, Pleno PBNU memutuskan untuk kembali menunjuk KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebagai Ketua Umum (Ketum) PBNU. Keputusan ini mengakhiri polemik yang sempat menggemparkan organisasi keagamaan yang memiliki jutaan pengikut di seluruh Indonesia.
“Kesimpulannya setelah dikaji dan dibicarakan secara mendalam, kita sepakat untuk mempulihkan posisi Gus Yahya sebagai Ketum PBNU. Keputusan ini diambil demi menjaga kesatuan dan keutuhan organisasi,” ujar Miftachul Akhyar saat membacakan hasil rapat.
Keputusan pemulihan posisi Gus Yahya diterima dengan berbagai sorakan dan tepuk tangan meriah oleh para peserta yang hadir.
Sebelumnya, dalam musyawarah umumnya, Gus Yahya dijatuhkan dari posisi Ketua Umum PBNU pada bulan Februari 2023. Keputusan ini memicu berbagai reaksi, baik dari dalam maupun luar organisasi. Sejumlah tokoh dan lembaga bahkan melayangkan kritik atas manajemen organisasi yang dinilai kurang transparan.
Meskipun secara resmi belum diungkapkan secara detail mengenai alasan pemulihan posisi Gus Yahya, beberapa pihak mengisyaratkan bahwa keputusan ini diambil setelah dilakukannya evaluasi menyeluruh terkait kondisi dan dinamika organisasi.
Miftachul Akhyar menekankan bahwa keputusan ini tidak boleh menjadi titik akhir dari polemik yang terjadi. Ia mengajak seluruh elemen PBNU untuk bersatu dan fokus pada tugas mulia organisasi, yakni menjadi pengayom umat dan pelopor kemajuan bangsa.
“Mari kita rajut kembali persatuan dan kesatuan demi menjaga keutuhan PBNU. Ini momentum bagi kita untuk belajar dari masa lalu dan bergerak maju bersama,” pesan Miftachul Akhyar.
Indikasi kebersamaan ini ditunjukkan dengan semangat yang tinggi dari seluruh peserta Pleno dalam menyusun rencana perbaikan program dan strategi organisasi kedepannya.
Konfederasi organisasi kemasyarakatan yang mewakili umat Islam di Indonesia ini diharapkan dapat mengambil langkah nyata untuk merespon aspirasi umat dan berkontribusi membangun bangsa ke depannya.