Ratusan korban banjir di Bireuen butuh tenda pengungsian
Ratusan Korban Banjir di Bireuen Butuh Tenda Pengungsian
Bireuen – Ratusan warga di Kabupaten Bireuen, Aceh, yang terdampak banjir membutuhkan tenda pengungsian mendesak. Pascadigabungnya penduduk dengan genangan air dan terendamnya permukiman, warga terpaksa mengungsi ke lokasi sementara, salah satunya di Meunasah Gampong Blang Panjoe, Kecamatan Peusangan. Kondisi pengungsian di sana saat ini masih sangat kekurangan fasilitas, khususnya tenda yang layak untuk melindungi warga dari terik matahari dan hujan.
Abu Bakar, koordinator pengungsi di Meunasah Gampong Blang Panjoe, mengungkapkan bahwa kondisi pengungsian saat ini memprihatinkan. “Warga terpaksa mengungsi tanpa tempat berlindung yang layak. Kita hanya punya atap sederhana yang tidak dapat melindungi seluruh warga dari hujan dan panas terik matahari. Kondisi ini sangat mengganggu kesehatan dan kebutuhan dasar para pengungsi,” ujarnya.
Saat ini, puluhan tenda sementara yang disediakan pemerintah terbilang kurang dari kebutuhan. Masyarakat terpaksa makeshift yang sederhana seperti terpal dan daun pisang untuk menutupi kepalanya dari hujan dan matahari. “Kondisi seperti ini sangat sulit, apalagi untuk para ibu hamil dan anak-anak,” jelas Abu Bakar.
Ia juga menyampaikan bahwa akses terhadap air bersih dan makanan untuk para pengungsi masih menjadi kendala. “Penyediakan air bersih masih terbatas, dan stok makanan juga sulit memenuhi kebutuhan semua warga. Kami berharap pihak pemerintah dapat segera memperhatikan kebutuhan dasar warga yang mengungsi,” ucapnya.
Warga Bireuen yang terdampak banjir juga membutuhkan bantuan pakaian layak pakai, obat-obatan, dan peralatan kebersihan. “Di tengah situasi yang sulit ini, bantuan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk membantu pemulihan dan pemulihan bagi warga Bireuen,” kata salah satu warga terdampak banjir bernama Rasyidah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aksi Cepat Tanggap (BPBD) Kabupaten Bireuen mengakui kekurangan tenda pengungsian dan menyatakan berupaya untuk segera mengatasi masalah tersebut. Ketua BPBD Bireuen, Zulfan menegaskan bahwa pihaknya masih mencatat angka korban jiwa dan harta benda yang terdampak banjir. “Kami terus melakukan pendataan dan koordinasi dengan instansi terkait untuk menyediakan bantuan yang dibutuhkan korban banjir,” kata Zulfan.
Ia menambahkan, BPBD Bireuen juga sedang melakukan upaya untuk membersihkan lumpur dan sampah yang menggangu akses jalan akibat bencana banjir. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam membantu warga Bireuen yang terdampak bencana ini,” himbaunya.
Banjir di Bireuen terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama dua hari. Genangan air mencapai ketinggian beberapa meter, mengakibatkan ratusan rumah terendam dan ribuan warga mengungsi.
Situasi ini menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap bencana alam dan meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim hujan. Pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan sistem peringatan dini dan upaya mitigasi bencana untuk mencegah kerusakan lebih besar di masa mendatang.