JogjaJateng .com

Rumah warga Blora rusak karena pergerakan tanah

December 27, 2025 • Jogja jateng
Rumah warga Blora rusak karena pergerakan tanah

Tiga Rumah Rusak Tertimbun Tanah, Warga Dukuh Sambiroto Berharap Bantuan

Blora, Jawa Tengah – Setidaknya tiga rumah warga di Dukuh Sambiroto, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah pada Senin siang (16/10/2023). Kejadian ini diduga dipicu oleh gerusan aliran Sungai Lusi yang melintasi wilayah tersebut.

Lokasi pergerakan tanah berada di bagian belakang rumah-rumah warga yang berbatasan langsung dengan sungai. Timbunan tanah tiba-tiba bergerak dan menimbun beberapa bagian rumah, sehingga bagian dinding retak dan atap bocor.

“Sekitar jam 11 pagi tadi, tanah tiba-tiba bergerak dan menimbun rumah Bapak Suparman. Kemudian, secara beruntun, dua rumah lain juga terdampak,” ujar Sodikin, perangkat desa Buluroto.

Menurut laporan warga, gerusan aliran Sungai Lusi semakin parah dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab utama pergerakan tanah yang merugikan warga.

“Sungai Lusi di sini sudah banyak yang tergerus, menyebabkan talud di pinggirnya melemah. Tak heran kalau tanah kemudian ikut bergerak dan menimbun rumah warga,” lanjutnya.

Suparman, salah satu warga yang rumahnya terdampak, merasakan kebingungan dan ketakutan. Ia terpaksa mengungsi sementara ke rumah saudara karena rumahnya tidak layak huni. “Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Rumah saya sudah rusak parah dan tidak bisa saya tempati lagi,” ungkap Suparman dengan wajah sedih.

Warga lainnya, Slamet, juga mengaku khawatir dengan kondisi rumahnya yang turut terdampak pergerakan tanah. “Dinding rumah sudah retak dan berpotensi roboh. Saya takut terjadi hal yang lebih buruk,” ujarnya.

Kedatangan tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Blora, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), ke lokasi kejadian dikonfirmasi oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Blora, Dwi Martanto.

“Setelah menerima laporan, kami dispatch tim untuk melakukan assessment awal dan memberikan bantuan kepada para korban. Kami juga akan segera memantau perkembangan situasi dan membantu proses perbaikan rumah yang rusak,” ujar Dwi.

Pantuan pergerakan tanah di sekitar Sungai Lusi telah dilakukan sebelum kejadian ini. Dwi Martanto menjelaskan bahwa pihaknya sedang menindaklanjuti laporan dari warga yang menyatakan adanya kerusakan pada talud sungai.

“Beberapa minggu lalu, kami sudah melakukan pendataan dan pemantauan terhadap kondisi sungai tersebut. Akan kami tindaklanjuti penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui akar permasalahan dari kejadian ini,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Blora berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak dengan segera, terutama dalam hal penyediaan tempat tinggal sementara dan bantuan material untuk perbaikan rumah. Diharapkan juga, penyelidikan lebih lanjut dapat segera dilakukan untuk mencari solusi jangka panjang terhadap permasalahan gerusan Sungai Lusi yang berpotensi mengancam keselamatan warga.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us