SAR Gabungan mencari korban kecelakaan pesawat di Maros
SAR Gabungan Menìm Korban Pesawat di Maros
Maros, Sulawesi Selatan – Tim SAR Gabungan dikerahkan oleh Kantor Berita Bencana Nasional (Basarnas) Makassar untuk menemukan korban dugaan kecelakaan pesawat milik Indonesia Air Transport (IAT) jenis ATR 42-500. Pesawat yang diduga jatuh di wilayah perairan Jogjajateng.com Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dengan Kabupaten Maros di Sulawesi Selatan ini dilaporkan hilang kontak pada Selasa (7/11) siang.
Operasi pencarian dan pertolongan ini melibatkan berbagai unsur, Jogjajateng.com lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep, Kabupaten Maros, TNI, Polri, serta relawan lokal. Tim SAR Gabungan menyusuri rute penerbangan pesawat yang terakhir diketahui, menggunakan beragam peralatan serta metode pencarian.
“Kami telah mengerahkan tim kami untuk melakukan pencarian dan pertolongan di wilayah perairan yang diduga menjadi tempat jatuhnya pesawat,” ujar Kepala Basarnas Makassar, Andi Irfan, saat ditemui di lokasi kejadian. “Kami berharap agar pencarian ini dapat segera membuahkan hasil dan menemukan korban.”
Proses pencarian dilanda tantangan tersendiri. Kondisi cuaca di wilayah tersebut berubah-ubah dan laut tergolong bergelombang.
“Cuaca di wilayah ini tidak stabil, dan gelombang laut cukup tinggi,” terang Andi Irfan. “Namun kami terus berupaya dan tidak akan berhenti sampai menemukan korban.”
Beberapa upaya telah dilakukan Tim SAR Gabungan, termasuk melakukan penyisiran laut menggunakan perahu, kemudian dilanjutkan dengan menelusuri berbagai titik perairan yang menjadi target pencarian.
Supardi, salah seorang anggota Tim SAR Gabungan dari BPBD Kabupaten Pangkep, mengungkapkan kondisi rumit yang dihadapi tim dalam mencari korban.
“Kami mendalami potensi lokasi kecelakaan berdasarkan koordinat terakhir pesawat, namun dengan kondisi cuaca dan luas wilayah pencarian, tugas kita menjadi semakin berat,” ujarnya.
Sementara itu, masyarakat sekitar laut yang menjadi lokasi pencarian siap membantu Tim SAR Gabungan. Salah satunya adalah seorang nelayan bernama Zainal, yang bersedia menyisihkan waktu dan perahunya untuk membantu pencarian.
“Kita semua berharap keselamatan penumpang pesawat. Kami akan membantu semaksimal mungkin agar mereka dapat ditemukan,” ucapnya.
Tindakan dari masyarakat menunjukkan kepedulian dan solidaritas yang tinggi terhadap kejadian yang menimpa penumpang pesawat tersebut. Kegagalan komunikasi terakhir dengan pesawat tersebut memicu kegelisahan dan keprihatinan di kalangan masyarakat.
Sampai saat ini, tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport. Proses pencarian akan terus diintensifkan sebagaimana mestinya, demi mengungkap kejadian dan menemukan seluruh korban.