Tim SAR makin memperluas pencarian korban kapal wisata tenggelam di Labuan Bajo
Tim SAR Makin Memperluas Pencarian Korban Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo
Labuan Bajo, NTT – Tim gabungan Badan SAR (Basarnas), TNI, dan Polri terus melakukan pencarian terhadap tiga warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang hilang akibat kecelakaan kapal wisata di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 20 Agustus 2023.
Badai yang menerpa wilayah tersebut saat kejadian diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kapal wisata mengalami kerusakan dan tergulung ombak. Kapal yang membawa sebanyak 22 orang wisatawan dan awak kapal tersebut kemudian karam di tengah lautan yang bergelora.
“Kami telah mengevakuasi 19 orang yang selamat dari kecelakaan. Ke-19 orang tersebut terdiri dari 15 wisatawan dan 4 awak kapal,” ujar Kepala Seksi Pencarian dan Pembeiroan Koordinator SAR Surabaya, Sosoro Prianto dalam keterangan resminya, Selasa (22/8/2023).
Tiga WNA asal Spanyol tersebut, menurut Sosoro, belum ditemukan hingga saat ini. Tim SAR membentuk tim inti pencarian yang melakukan penyisiran di radius 10 kilometer radius titik lokasi kapal tenggelam.
“Kita saat ini terus melakukan pencarian dengan melakukan penyisiran laut secara menyeluruh. Ketinggian gelombang dan arus laut yang masih cukup deras menjadi tantangan di lapangan,” tambah Sosoro.
Vaksinasi bagi para penyelamat dari TNI, Polri, dan Basarnas telah dilakukan di posko pencarian. Pencarian pun dijalankan meskipun cuaca di perairan Labuan Bajo masih sulit dikendalikan.
Sosoro menjelaskan bahwa tim SAR akan terus melanjutkan operasi pencarian sampai hingga menemukan ketiga WNA yang masih hilang. Kendati demikian, diharapkan kondisi cuaca dapat membaik agar pencarian dapat dilakukan secara optimal.
“Semua upaya dilakukan agar bisa menemukan ketiga WNA yang masih hilang. Kami berharap doa dan dukungan dari masyarakat agar pencarian ini berjalan lancar, ” pungkas Sosoro Prianto.
Wakapolda NTT Menyampaikan Ucapan Duka dan Peningkatan Keamanan
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), Brigjen Pol. I Gede Sumerta, meng кальма telah menyudahi proses evakuasi dan penyelidikan terkait insiden tenggelamnya kapal wisata tersebut. Ia juga menyampaikan ucapan duka cita terhadap ketiga WNA yang masih hilang.
“Kami turut berduka cita atas tragedi ini dan terus berdoa agar yang hilang ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Brigjen Sumerta dalam keterangan resmi di posko SAR Labuan Bajo.
Ia menambahkan, kejadian ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali sistem pengawasan dan keamanan kapal wisata di perairan Labuan Bajo.
“Insiden ini perlu menjadi evaluasi bagi semua pihak terkait. Kami berharap ke depan, keselamatan wisatawan lebih diperhatikan,” ujar Brigjen Sumerta.
Kesadaran Publik untuk Permsuktion Kapal
Kejadian tenggelamnya kapal wisata di Pulau Padar menjadi sorotan bagi upaya peningkatan keselamatan navigasi dan keselamatan kapal di perairan Labuan Bajo.
Adit ), pemilik jasa tour Pantai Komodo yang juga menjadi mata pencaharian keluarganya, mengungkapkan kekhawatirannya. “Kami selalu menjalani prosedur keselamatan pada setiap perjalanan wisata kami, termasuk memastikan kapal dalam kondisi prima dan mengutamakan keselamatan penumpang,” ujarnya.
Adit mendesak kepada semua pihak, khususnya operator kapal wisata, untuk meningkatkan kesadaran dan memprioritaskan keselamatan penumpang. Ia juga berharap terdapat pengawasan lebih ketat dari instansi terkait terhadap kapal dan safety prosedur yang dianjurkan.
Tragedi kapal wisata di Pulau Padar menjadi pengingat bagi semua pihak, khususnya dalam usaha pariwisata berbasis laut, untuk memprioritaskan keselamatan dan keamanan wisatawan. perlunya evaluasi sistem pengawasan dan peningkatan kesadaran safety prosedur harus menjadi fokus inti untuk mencegah kecelakaan serupa terulang di masa depan.