TNI dan warga gotong royong pulihkan rumah, masjid, dan sekolah Aceh
TNI dan Warga Gotong Royong Pulihkan Aceh Pasca Bencana
Banda Aceh – Sejumlah wilayah di Provinsi Aceh masih memproses dampak bencana yang menghantam beberapa waktu lalu. Perbaikan infrastruktur dan pemulihan ekonomi menjadi fokus utama bagi pemerintah dan berbagai pihak, termasuk TNI yang aktif terlibat dalam proses pemulihan bersama masyarakat.
Personel TNI, beriringan dengan warga setempat, terus melaksanakan kegiatan gotong royong di berbagai wilayah terdampak bencana. Kegiatan ini mencakup pembersihan material bencana, perbaikan rumah warga yang rusak, pemulihan fasilitas umum seperti masjid dan sekolah, serta bantuan logistik kepada masyarakat.
Salah satunya terlihat di Desa Teuku Umar, Aceh Utara. Tentara dari Batalyon Infanteri 10/Pathfinder terlibat langsung dalam upaya membenahi infrastruktur desa pasca terdampak angin puting beliung. Mereka membantu memperbaiki atap rumah warga yang rusak parah, membersihkan puing-puing, dan membantu merapikan halaman rumah.
“Kami datang di sini untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh Utara. Kami merasa prihatin dengan situasi yang menimpa mereka akibat bencana angin puting beliung,” ujar Serda Heri, salah satu personel TNI yang terlibat.
Lebih lanjut, Serda Heri menjelaskan bahwa kepedulian dan solidaritas TNI terhadap masyarakat terdampak bencana merupakan hal yang instiktif. “TNI adalah bagian dari masyarakat, dan kami ada untuk membantu saudara-saudara kita di saat-saat membutuhkan,” tambahnya.
Gotong royong tak hanya terlihat di desa; di beberapa kota besar seperti Banda Aceh juga terlihat personel TNI berkerjasama dengan warga untuk merapikan dan menata kembali fasilitas publik, termasuk masjid dan sekolah yang rusak akibat bencana.
Di Masjid Al-Ikhlas, Banda Aceh, sejumlah personel TNI membantu membersihkan sisa-sisa atap masjid yang rusak terhempas angin puting beliung. Mereka juga membantu memperbaiki bagian struktur masjid yang mengalami kerusakan ringan.
Saat ditanyakan apa yang memotivasi mereka untuk terlibat dalam kegiatan ini, Polisi Militer Bhayanggkara, Kopda Doni, menjawab, “Kami ingin memastikan keaman dan kenyamanan umat muslim dalam beribadah kembali. Selain itu, kita ingin menunjukkan bahwa TNI selalu siap membantu masyarakat kapanpun dan wherever they need us.”
Gotong royong ini bukan hanya tentang reparasi fisik, tetapi juga tentang membangun kembali rasa solidaritas dan semangat kebersamaan di tengah situasi sulit. Warga Aceh menunjukkan sikap penuh semangat dan gotong royong dalam membantu upaya pemulihan, dan TNI aktif mendukung semua usaha tersebut.
Pemerintah berharap bahu-membahu dan pemanfaatan sumber daya yang hasilnya dapat mempercepat pemulihan dampak bencana di Aceh. TNI dan masyarakat yang kompak akan menjadi kunci dalam membangun kembali kehidupan yang lebih baik untuk seluruh warga Aceh.