JogjaJateng .com

Waspadai kandungan gula dalam pangan yang kerap disamarkan

January 27, 2026 • Jogja jateng
Waspadai kandungan gula dalam pangan yang kerap disamarkan

Waspadai Kandungan Gula dalam Pangan yang Sering Disamarkan

Jakarta – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mendesak orang tua untuk lebih teliti terhadap kandungan gula dalam pangan yang dikonsumsi anak. Ketua Pengurus Pusat IDAI Dr dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio (K) menyatakan bahwa gula dapat tersembunyi di berbagai jenis produk makanan, bahkan yang tampak sehat.

Menurutnya, konsumsi gula berlebih pada anak berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang, seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga masalah gigi. “Meskipun makanan terlihat sehat dan alami, namun seringkali mengandung gula tambahan dalam jumlah signifikan,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dr. Piprim menjelaskan, gula tambahan berbeda dengan gula alami yang terdapat dalam buah dan susu. Gula tambahan ditambahkan selama proses pengolahan makanan dan minuman, baik yang tampak maupun tidak tampak pada label. Beberapa contoh kategori makanan yang sering kali menyembunyikan gula tambahan Jogjajateng.com lain makanan olahan, saus, minuman manis, yogurt, dan roti.

“Hal pertama yang harus dilakukan orang tua adalah membaca label nutrisi dengan teliti,” ujar Dr. Piprim.

Ia menyarankan orang tua untuk perhatikan isi label “gula tambahan” dan “gula terlarut”. Gula tambahan bisa tersembunyi di balik beragam nama, seperti high fructose corn syrup, dextrose, maltose, dan fruktose.

“Jangan terpedaya dengan label ‘sugar-free’, karena produk tersebut bisa mengandung pemanis buatan yang sama-sama berbahaya bagi kesehatan,” tambahnya.

Sebagai upaya pencegahan, IDAI memberikan beberapa saran kepada orang tua:

Kurangi konsumsi minuman manis  : Pilihkan air putih di atas minuman manis seperti soda, jus kemasan, dan minuman energi.
Batasi roti dan makanan olahan  : Ciptakan pola makan yang lebih seimbang dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, ikan, dan protein nabati.
Masak di rumah  : Memasak di rumah memberikan kontrol penuh terhadap bahan dan takaran gula yang digunakan.
Pilih makanan organik  : Makanan organik umumnya lebih rendah gula tambahan dibandingkan makanan konvensional.
Ajarkan pola makan sehat sejak dini  : Perkenalkan anak pada beragam jenis makanan sehat dan ajarkan arti pentingnya menjaga kebersihan gigi.

Konsumsi gula yang berlebihan memang menjadi permasalahan kesehatan yang serius, terutama pada anak. Dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang dampak buruk gula tersembunyi, serta menerapkan pola makan sehat secara konsisten, orang tua dapat membantu anak tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Dr. Piprim menekankan, “Memilih makanan sehat dan rendah gula bukanlah hal yang sulit. Dengan sedikit perhatian dan usaha, kita dapat memberikan perlindungan terbaik bagi kesehatan anak”.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us